Demo Mahasiswa di Makassar Berujung Ricuh, Delapan Orang Ditahan

ERAINSPIRASI.COM, MAKASSAR – Unjuk rasa yang digelar oleh sejumlah mahasiswa di bawah Flyover Makassar pada Senin (24/2) berakhir ricuh. Aksi yang mengangkat tema ‘Keadilan untuk Rakyat’ ini semula berlangsung damai, tetapi memanas hingga aparat kepolisian harus turun tangan. Dalam insiden tersebut, delapan peserta aksi diamankan oleh petugas karena dianggap memicu kericuhan.

Latar Belakang Demonstrasi

Mahasiswa dari berbagai universitas di Makassar turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap ketimpangan sosial dan kebijakan ekonomi yang dinilai semakin menekan rakyat kecil. Mereka menuntut pemerintah untuk lebih transparan dalam pengelolaan energi serta menurunkan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.

Para demonstran membawa spanduk dengan berbagai tulisan, seperti “Hentikan Ketidakadilan!”, “Harga Melambung, Rakyat Terhimpit!”, dan “Kami Butuh Solusi, Bukan Janji!”. Mereka mulai berkumpul sejak pukul 14.00 WITA, melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

Bentrok dengan Aparat

Ketegangan mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WITA ketika massa mencoba menduduki jalan utama di bawah Flyover, menyebabkan kemacetan panjang. Aparat kepolisian yang sudah berjaga di lokasi berupaya membubarkan massa agar arus lalu lintas tetap lancar.

Situasi semakin memanas ketika beberapa demonstran menolak mundur dan terjadi aksi dorong-dorongan dengan petugas. Beberapa peserta aksi melempar botol air mineral, yang dibalas aparat dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Sejumlah mahasiswa berusaha menghindari bentrokan, sementara lainnya tetap bertahan.

Dalam insiden tersebut, delapan mahasiswa ditahan karena diduga menjadi provokator. Mereka langsung dibawa ke kantor kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pernyataan dari Pihak Kepolisian

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka dengan tertib. Namun, ketika aksi berubah menjadi anarkis dan mengganggu ketertiban umum, pihaknya harus bertindak.

“Kami menghormati hak berdemonstrasi, tetapi jika aksi tersebut mengganggu ketertiban umum dan membahayakan orang lain, maka kami harus mengambil langkah tegas. Saat ini, delapan peserta aksi yang ditahan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi Santoso.

Tanggapan Demonstran

Salah satu koordinator aksi, Andi Prasetyo, mengkritik tindakan kepolisian yang dinilainya berlebihan. Ia menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk aspirasi rakyat dan seharusnya tidak dibubarkan dengan kekerasan.

“Kami hanya ingin menyuarakan keluhan rakyat. Tidak seharusnya kami diperlakukan seperti ini. Gas air mata dan penangkapan terhadap teman-teman kami adalah tindakan yang berlebihan,” ujar Andi kepada awak media.

Ia juga meminta agar delapan mahasiswa yang ditahan segera dibebaskan. Menurutnya, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, demonstrasi serupa akan kembali digelar.

Pasca Kericuhan

Setelah bentrokan mereda, kondisi di bawah Flyover Makassar berangsur kondusif. Aparat kepolisian tetap berjaga di lokasi untuk mengantisipasi aksi susulan. Beberapa organisasi mahasiswa berencana menggelar aksi solidaritas untuk menuntut pembebasan rekan-rekan mereka yang ditahan.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih memeriksa mahasiswa yang diamankan. Beberapa peserta aksi yang mengalami sesak napas akibat gas air mata mendapat pertolongan dari relawan yang berada di lokasi.

Demonstrasi serupa juga terjadi di beberapa kota lain di Indonesia. Mahasiswa menyatakan akan terus menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. (*)