MAKASSAR, ERAINSPIRASICOM— Kinerja perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menunjukkan daya tahan yang kuat. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat berada di angka 5,01 persen, dengan rerata pertumbuhan sepanjang tahun mencapai 5,25 persen.
Capaian ini dipaparkan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel (KPwBI Sulsel), Wahyu Purnama A, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Jumat (28/11/2025) malam.
Sementara itu, agenda PTBI di pusat yang berlangsung di Grha Bhasvara Icchana, Kompleks Kantor Pusat BI Jakarta, dihadiri langsung Presiden RI Prabowo Subianto, jajaran menteri, kepala daerah, dan para mitra strategis BI. Peserta di Makassar juga mengikuti arahan Presiden secara virtual.
Acara di Makassar turut dihadiri sejumlah pejabat dan tamu penting, seperti Asisten II Pemprov Sulsel Andi Darmawan Bintang, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Konsul Jenderal Australia Todd Dias, Konjen Jepang Ohashi Koichi, Kepala BPS Sulsel Ariyanto, Kepala Kanwil DJPb Sulsel Supendi, Kepala Kanwil DJP Sulselbartra YFR Hermiyana, Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, OJK Sulampua, serta para bupati dan wali kota se-Sulsel. Seluruh tamu hadir dengan balutan busana batik.
Dalam pemaparannya, Wahyu menegaskan bahwa ketahanan ekonomi Sulsel masih terjaga meski bayang-bayang risiko global belum sepenuhnya hilang.
“Kekuatan ekonomi Sulsel tahun 2025 ditopang oleh kinerja domestik dan eksternal yang berjalan beriringan,” ujar Wahyu.
Menurutnya, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Keyakinan konsumen yang masih tinggi serta maraknya penyelenggaraan berbagai event dan festival sepanjang triwulan III ikut mendorong geliat belanja masyarakat.
Sektor investasi fisik, mencakup bangunan dan non-bangunan, juga menunjukkan peningkatan. Selain itu, dari sisi eksternal, kinerja ekspor Sulsel stabil positif, sejalan dengan kondisi ekonomi negara-negara mitra dagang yang belum menunjukkan pelemahan signifikan.
Secara keseluruhan, Bank Indonesia menilai fondasi ekonomi Sulawesi Selatan sepanjang 2025 berada pada jalur yang kuat untuk menghadapi potensi perlambatan global.(*)












